Jenis konektor pengisian kendaraan listrik

Pengisian terbagi menjadi colokan AC «lambat» dan colokan DC «cepat». Standarnya berbeda tiap wilayah: Eropa menetapkan Type 2 + CCS2, Amerika Utara berkumpul pada NACS Tesla, Tiongkok memakai GB/T, sementara CHAdeMO tersisa pada model Nissan/Korea lama.

Diperbarui:

KonektorJenis arusDaya maks. umumWilayah & kendaraan
Type 1 (J1772)AC7.4–19.2 kWPengisian AC lama Amerika Utara / Jepang
Type 2 (Mennekes)AC11–43 kWAC standar di Eropa — sebagian besar mobil UE
CCS1 (Combo 1)DC fast50–400 kWDC di Amerika Utara (pra-NACS): GM, Ford sebelum 2024
CCS2 (Combo 2)DC fast50–350 kWEropa; Tesla juga menggunakannya di UE dengan adaptor
NACS / Tesla (SAE J3400)AC + DC11 kW AC / 250+ kW DCKonvergensi Amerika Utara: Tesla, Ford, GM, adaptor Rivian
CHAdeMODC fast50–100 kWNissan Leaf lama, Mitsubishi, Kia/Hyundai awal
GB/TAC + DC7 kW AC / 250 kW DCStandar nasional Tiongkok
Wall outlet (Schuko/NEMA 5-15)AC1.8–2.3 kWPengisian lambat darurat, EV apa pun dengan kabel

Catatan

Pertanyaan umum

Apa perbedaan CCS dan NACS?
Keduanya standar pengisian cepat DC. CCS1 memakai dua pin terpisah dan mendominasi mobil non-Tesla lama di Amerika Utara; NACS adalah colokan kompak Tesla yang kini diadopsi sebagian besar pembuat mobil AS.
Konektor apa yang dipakai di Eropa?
Type 2 untuk pengisian AC dan CCS2 untuk pengisian cepat DC — diwajibkan di seluruh UE sejak 2014.
Bisakah mengisi cepat dengan CHAdeMO?
Hanya mobil dengan port CHAdeMO (Nissan Leaf lama, Mitsubishi Outlander PHEV, Kia Soul EV awal). Model baru sudah beralih ke CCS atau NACS.